Iklan Tengah Artikel 2

Daging Kambing Jadi Kambing Hitam Hipertensi, Padahal Begini Faktanya...

Selama ini banyak mitos yang berkembang seputar daging kambing. Salah satunya adalah anggapan bahwa daging kambing menjadi salah satu pemicu hipertensi. Tetapi apakah benar demikian? Tentu hal ini patut dipertanyakan lagi.

Untuk menjawab mitos yang beredar tersebut kali ini akan dibeberkan beberapa fakta seputar daging kambing dan juga hipertensi. Selengkapnya seputar fakta-fakta yang ada akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.


1. Daging Kambing Memiliki Kolestrol yang Lebih Rendah Dibanding Sapi Serta Ayam


Fakta pertama terkait kandungan kolestrol dalam daging kambing. Selama ini orang salah memahami daging kambing memiliki kolestrol yang tinggi. Padahal yang terjadi justru sebaliknya, daging kambing memiliki kolestrol yang lebih rendah daripada daging sapi serta ayam.

Pada 100 gram daging kambing disebutkan memiliki kadar kolestrol yang mencapai 57 mg. Sedangkan untuk ayam dan sapi, kolestrol yang dimiliki masing-masing 89 serta 83 mg untuk tiap 100 mg.

2. Lemak Jenuh Kambing yang Rendah


Selain kandungan kolestrol yang rendah, kesalahan persepsi lain hadir dari kandungan lemak jenuh. Sebenarnya kandungan lemak jenuh kambing cenderung rendah lho. Umumnya lemak jenuh yang terkandung dalam 100 gram daging kambing adalah 0,71 gram. Ini cukup jauh jika dibandingkan dengan lemak jenuh sapi yang mencapai 6 gram untuk tiap porsinya.

3. Pernah Diadakan Penelitian Terkait Daging Kambing dan Hipertensi


Rupanya mitos daging kambing dan hipertensi ini tidak hanya hadir di Indonesia, tetapi juga di Jepang. Hal ini membuat peneliti yang berasal dari universitas Rukyus, Jepang mengadakan penelitian seputar daging kambing serta kenaikan tensi darah pad atahun 2014.

Pada penelitian ini dilakukan dua buah eksperimen dengan menggunakan tikus. Pengamatan dilakukan selama kurang lebih 14 minggu. Dari sana dapat disimpulkan bahwasanya adanya konsumsi daging kambing dalam jangka waktu berkepanjangan tidak menyebabkan adanya hipertensi. Namun, ada penyebab lain yang memicu tekanan darah meningkat.

Jadi Apakah Benar Daging Kambing Menyebabkan Hipertensi?


Penelitian yang dilakukan Universitas Rukyus selain menggunakan daging kambing juga memainkan peran garam di dalamnya. Kehadiran garam ini rupanya memberi banyak pengaruh besar bagi kondisi tekanan darah. Bahkan dapat disimpulkan jika peningkatan tekanan darah yang terjadi justru disebabkan oleh penggunaan garam dalam pengolahan daging kambing tersebut.

Tak hanya penggunaan garam yang harus dicurigai menjadi penyebab hadirnya hipertensi pada konsumsi daging kambing. Kecurigaan lain hadir dari teknik memasak yang salah. Cara pengolahan daging kambing yang salah juga dapat menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya risiko hipertensi pada pihak yang mengkonsumsi daging kambing.

Misalkan saja pengolahan dengan cara dipanggang, dibakar maupun digoreng dapat turut meningkatkan kalori pada bahan mentah tersebut. Belum lagi jika dalam proses pengolahannya terdapat tambahan lemak seperti minyak goreng, margarin hingga mentega. Ini juga memberikan pengaruh cukup besar pada kandungan lemak dalam daging tersebut.

Jangan lupakan faktor gaya hidup yang dilakukan pengkonsumsi daging kambing. Bagi pihak pengkonsumsi daging kambing yang awalnya sudah memliki gaya hidup tidak sehat, tentu risiko hipertensi dapat hadir lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengkonsumsi yang memiliki gaya hidup sehat.

Dari beberapa penjabaran di atas dapat disimpulkan jika sebenarnya daging kambing itu sendiri tidak menyebabkan hipertensi. Namun, memang ada banyak faktor yang menyebabkan daging kambing membuat risiko hipertensi meningkat. Mulai dari cara pengolahan, kandungan bumbu yang ada di dalamnya sampai gaya hidup pengkonsumsinya.

Bagi yang ingin mengkonsumsi daging kambing namun terhindar dari risiko hipertensi sebaiknya mulai sekarang menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu jangan lupa untuk memastikan cara pengolahan yang benar pada daging kambing yang akan dikonsumsi.

0 Response to "Daging Kambing Jadi Kambing Hitam Hipertensi, Padahal Begini Faktanya..."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel